Semua Berita Sosialisasi dan Promosi

Pengelolaan ZIS Bantu Entaskan Kemiskinan

Rabu, 09 Juni 2021 | Dibaca : 878 Kali

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jepara Haizul Ma’arif mengapresiasi Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dalam pengelolaan dan penyaluran dana yang diperoleh. Pola penyaluran yang dilakukan Baznas Kabupaten Jepara, dia sebut sudah baik dan membantu upaya pemerintah dalam pengentasan kemiskinan.

Hal tersebut dia sampaikan saat menerima pimpinan Baznas Kabupaten Jepara yang melakukan audiensi di ruang kerjanya, Rabu (9/6/2021). Haiz, demikian sapaan akrab ketua dewan, didampingi Ketua Komisi C Nur Hidayat dan Sekretaris Komisi C Khoirun Niam. Sedangkan Ketua Baznas Sholih, hadir bersama dua wakil ketuanya, Kusdiyanto serta Nur Salim.

“Dalam fungsi pengawasan, saya bisa melihat secara langsung Baznas menjalankan fungsinya sebagai amil dengan baik. Demikian pula formulasi penyalurannya kepada mustahiq,” kata Haiz. 

Dia berterima kasih DPRD diajak bersama-sama menyalurkan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) ke masyarakat sehingga bisa melihat langsung penyaluran tersebut.

“Potensi zakat di Jepara yang belum disalurkan melalui Baznas masih sangat besar. Ini perlu digali karena zakat itu meskipun wajib, tapi memang masih harus diketuk. Manfaatnya besar dan maslahat untuk membantu pemerintah mengentaskan kemiskinan dan peningkatan perekonomian,” tandasnya.

Meski sudah baik, Haiz menyemangati Baznas untuk terus memutakhirkan data distribusi agar lebih detail dan lebih tepat.

“Sentuh mereka yang masih terlewat dari data-data bantuan pemerintah,” pesan dia.

Ketua Baznas Kabupaten Jepara Sholih mengatakan, selain uang, pihaknya juga melakukan penyaluran zakat produktif. Bentuknya pelatihan kegiatan ekonomi ditambah bantuan peralatan dan modal kepada mustahiq yang berhak. Baznas ingin sasaran kegiatan ini bisa meluas seiring peningkatan ZIS yang dikelola.

“Tahun lalu baru sekitar Rp3 miliar yang hampir seluruhnya dari ASN serta TNI/Polri. Masih banyak instansi yang belum menyalurkan zakat kepada kami. Selain itu, instansi yang sudah menyalurkan melalui kami, belum optimal karena belum semua pegawainya berzakat melalui Baznas. Di luar perangkat daerah, instansi vertikal seperti Kodim, Polres, dan Kemenag sudah rutin berzakat melalui Baznas,” terang Sholih.

Dalam hitungan Baznas Kabupaten Jepara, baru dari gaji pokok, potensi zakat ASN Pemkab Jepara saja bisa mencapai Rp7,2 miliar dalam setahun. 

“Asumsinya, ASN daerah 8 ribu orang. Kalau dari gaji pokok saja, setiap orang berzakat Rp75 ribu per bulan. Jadi bisa Rp600 juta per bulan,” hitungnya.

Selain upaya meningkatkan zakat dari ASN, TNI, dan Polri, Baznas Kabupaten Jepara akan berupaya menghimpun zakat dari para agniyak di desa-desa, para eksporter, serta anggota organisasi profesi pengusaha.

“Selama ini belum (menyalurkan zakat melalui Baznas),” kata Wakil Ketua Baznas, Nur Salim. (S)

Share

Komentar Pembaca

Tulis Komentar