Semua Berita pengumuman

Ngaji Rutin Baznas Jepara

Sabtu, 06 Januari 2024 | Dibaca : 99 Kali

Baznas Jepara. Ngaji rutin Baznas Jepara dengan kajian fiqih zakat dan kajian ibadah yang lainnya Jumat, 5/1/2024 diisi oleh KH. Hasan Basri. Kajian yang saat itu mengupas QS. Al Baqarah: 261 menjabarakan tentang orang yang mendermakan harga ke jalan Allah, SWT.

            Sebelum ngaji diadakan khatmil Qur’an  yang diikuti oleh semua pimpinan Baznas Jepara, Amil Pelaksana, Mahasiswa dan siswa PKL. Kegiatan ini diadakan sebagai bentuk penghormatan dan kecintaan terhadap kitab suci umat Islam dan juga mendoakan para muzakki Baznas Kabupaten Jepara.

Ketua Baznas Jepara Ir. H. Sholih, M.M menyampaikan pengantarnya sebelum ngaji dimulai, ngaji rutin ini kita akan mendapatkan wawasan dan ilmu baru yang akan kita gunakan sebagai bekal dalam kehidupan baik secara pribadi maupun hidup di Masyarakat. “Bagi kita ilmu merupakan investasi yang sangat besar bagi kita hiduo di dunia, dan menjadi bekal kita di akhirat” jelasnya

Kupasan materi ngaji rutin yang disampaiakan KH.Hasan basri mengupas tentang QS. Al Baqarah ayat 261. Ayat yang menerangkan tentang betapa pentingnya kita mendermakan hart akita di jalan Allah.

Hubungan antara infak dengan hari akhirat erat sekali. Seseorang tidak akan mendapat pertolongan apa pun dan dari siapa pun pada hari akhirat, kecuali dari hasil amalnya sendiri selama hidup di dunia, antara lain amal berupa infak di jalan Allah. Betapa mujurnya orang yang suka menafkahkan hartanya di jalan Allah, orang tersebut seperti seorang yang menyemaikan sebutir benih di tanah yang subur. Benih itu menumbuhkan sebatang pohon, dan pohon itu bercabang menjadi tujuh tangkai, setiap tangkai menghasilkan buah, dan setiap tangkai berisi seratus biji, sehingga benih yang sebutir itu memberikan hasil sebanyak 700 butir. Ini berarti tujuh ratus kali lipat.

Lebih lanjut Yi. Hasan menjelaskan bayangkan, betapa banyak hasilnya apabila benih yang ditanamnya itu lebih dari sebutir. Penggambaran seperti yang terdapat dalam ayat ini lebih baik, daripada dikatakan secara langsung bahwa "benih yang sebutir itu akan menghasilkan 700 butir". Sebab penggambaran yang terdapat dalam ayat tadi memberikan kesan bahwa amal kebaikan yang dilakukan oleh seseorang senantiasa berkembang dan ditumbuhkan oleh Tuhan sedemikian rupa, sehingga menjadi keuntungan yang berlipat ganda bagi orang yang melakukannya, seperti tumbuh kembangnya tanaman yang ditanam oleh seseorang pada tanah yang subur untuk keuntungan penanamnya. (sal)
Share

Komentar Pembaca

Tulis Komentar